syarat-usg

Syarat Sebelum USG Perut: Bumil Harus Tau

Sebelum melakukan konsultasi kandungan, memang terkadang terdapat Syarat sebelum USG perut yang disarankan oleh dokter. Tetapi sebelum membahas persyaratannya ada sedikit pembahasan tentang apa itu USG, dan jenis jenis USG, serta kegunaan dari USG itu sendiri.

USG adalah salah satu metode untuk diagnostik yang bekerja dengan menggunakan resonansi gelombang suara pada frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar jaringan lunak dan organ dalam tubuh.

Tes USG banyak digunakan untuk mengecek kondisi kehamilan, selain itu USG juga bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit, serta membantu sebelum dilakukan pembedahan.  Dari Tujuan dilakukannya USG secara umum dibagi menjadi 2 yaitu USG kehamilan dan USG diagnostik.

Syarat Sebelum USG Kehamilan dan Tujuanya

USG kehamilan seringnya dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan. selain itu bisa juga digunakan untuk mengetahui kondisi bayi seperti informasi terkait pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan bayi.

USG dapat dilakukan untuk pertama kalinya saat usia kehamilan di angka 6-8 Minggu. Tujuannya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memastikan benar benar hamil, baik kehamilan tunggal maupun kembar.
  2. Memprediksi waktu persalinan dengan pertimbangan usia kehamilannya.
  3. Melihat perkembangan janin dan mengetahui jenis kelamin bayi.
  4. pemeriksaan denyut jantung, aliran darah, dan kadar oksigen pada bayi.
  5. pengecekan kondisi rahim.
  6. pendeteksian kelainan lahir pada bayi.
  7. Mengetahui posisi janin dengan jelas (normal, melintang, atau sungsang).
Baca juga:  Super Mudah: Ini Cara Mengobati Mata Minus dan Terapi Kacamatanya

Persiapan sebelum USG Kehamilan:

1. Minum banyak air putih.

Pada awal masa kehamilan atau pada saat pertama kali melakukan usg kehamilan, sangat disarankan untuk banyak meminum air putih terlebih dahulu. Karena Cairan bisa menjadi media perambatan gelombang suara sehingga dapat meningkatkan kualitas USG yang dilakukan.

Akan tetapi, Saat kehamilan sudah mulai besar atau tua, cairan ketuban yang ada di sekeliling janin sudah cukup untuk membantu perambatan gelombang suara agar menghasilkan gambar yang akurat saat melakukan USG.

2. Tentukan waktu yang tepat.

Pemeriksaan USG pertama kali dapat dilakukan pada usia kehamilan 6-8 minggu untuk memastikan benar benar dalam kondisi hamil. Namun, jika ingin mengetahui jenis kelamin dari bayi yang di kandung USG dapat dilakukan pada saat usia kehamilan memasuki 18 minggu.

3. Gunakan pakaian yang nyaman.

Usahakan memakai pakaian yang nyaman saat pergi USG, bisa juga menggunakan baju yang longgar agar dapat memudahkan dokter saat melakukan proses USG.

4. Siapkan beberapa pertanyaan seputar janin.

Sediakan beberapa pertanyaan seputar janin yang sedang dikandung, seperti kesehatan, perkembangan, posisi, dan jenis kelamin.

USG Diagnostik Perut

Perbeda dengan USG kehamilan, USG  diagnostik perut dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit atau kelainan pada organ dalam tubuh, Sebenarnya metode yang dilakukan sama saja, namun biasanya terdapat syarat sebelum USG perut yang disarankan dokter.

Baca juga:  6 Cara Mengobati Gatal-Gatal Pada Kemaluan

Dalam ilmu kedokteran, ini biasa disebut dengan USG Abdomen, yang dilakukan untuk memeriksa organ-organ utama tubuh didalam rongga perut. Seperti hati, empedu, ginjal, pankreas, limpa, kandung kemih, dan usus. 

Maka dari itu, biasanya dokter menyarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 hingga 12 jam sebelum tes USG. Hal ini bertujuan agar tidak ada makanan yang belum tercerna dengan baik di dalam perut dan adanya urine di kantung kemih.

Pasalnya,  hal itu bisa berpotensi mempengaruhi hasil diagnosa yang kurang akurat, maka tidak heran dokter menyarankan berpuasa sebelum melakukan tes USG Abdomen.

Prosedur Umum USG Abdomen

USG abdomen pada umumnya dilakukan di rumah sakit. Proses USG abdomen biasanya akan dilakukan selama 30 Menit  dan akan dilakukan dengan langkah-langkah seperti berikut:

  1. Harus melepas pakaian maupun aksesoris yang di kenakan agar tidak mengganggu proses USG.
  2. Menggunakan pakaian khusus yang biasa digunakan untuk USG, sudah disediakan oleh pihak rumah sakit.
  3. Berbaring dengan kondisi perut yang terbuka di atas meja scanner.
  4. Dokter yang bertugas akan mengoleskan gel konduktif ke bagian permukaan area perut yang akan diperiksa.
  5. Dokter akan mengarahkan transduser dengan gerakan maju mundur secara perlahan ke area yang akan diperiksa untuk mendapatkan hasil gambarnya.
  6. Hasil dari Transduser akan terlihat secara jelas melalui monitor yang tersedia. 
Baca juga:  Cara Menyembuhkan Tidak Bisa Mencium Bau Secara Alami

Hasil USG Abdomen dapat langsung ditanyakan kepada dokter yang bertugas karena pada setiap orang hasilnya akan berbeda beda. Namun hasil dari USG akan keluar dalam beberapa hari atau minggu kedepan. Jika hasilnya sudah keluar nanti akan diketahui bagaimana kondisi masing masing organ dalam Seperti hati, empedu, ginjal, pankreas, limpa, kandung kemih, dan usus. Apakah dalam kondisi normal atau terdapat gejala gejala. Dengan mengetahui kondisi masig masing organ maka akan dengan mudah dalam penanganan jika terdapat kelainan dari organ tersebut.

Efek samping USG Abdomen

Hampir sama dengan USG Kandungan Usg Abdomen tidak memiliki efek samping yang berbahaya. Jika terjadi sesuatu yang kurang nyaman di bagian perut pada saat proses USG bisa langsung ditanyakan ke dokter yang bertugas.

Sangat disarankan juga untuk melakukan konsultasi secara berkala sebelum melakukan USG Abdomen ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Perbedaan USG Abdomen Dan USG Kandungan

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, perbedaan yang paling dasar dalah dari tujuan dilakukannya usg tersebut. Pada USG abdomen bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi organ bagian dalam perut.

Sedangkan dalam USG kandungan bertujuan untuk mengetahui informasi pekembangan janin. Selain itu juga ada sedikit perbedaan pada Syarat sebelum USG Perut dan Syarat sebelum USG Kandungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.