Gejala-Limfoma

Kenali Gejala Limfoma atau Kanker Getah Bening Secepatnya

Kanker getah bening atau limfoma merupakan sebuah kondisi membengkaknya kelenjar getah bening. Awal mula tubuh terserang penyakit ini karena adanya sel kanker menyerang salah satu sel darah putih yang peranannya untuk melawan serangan infeksi bakteri.

Ketika sel darah putih terganggu fungsinya, efek buruk bukan hanya dirasakan salah satu organ. Gejala kanker bisa juga sampai ke bagian organ timus, sumsum tulang, limpa, dan saluran pencernaan. Perlu penanganan serius untuk mengatasi permasalahan kesehatan ini.

Kanker kelenjar getah bening dibedakan atas dua jenis, pertama hodgkins dan kedua non-hodgkins. Jenis non-hodgkins dipercayai memiliki tingkat lebih berbahaya dibandingkan dengan hodgkins. Vonis ini dipicu oleh tingkat kesembuhan yang lebih rendah dari hodgkins.

Meskipun sama-sama menyerang sel darah putih, namun harus dibedakan antara leukemia dengan limfoma. Leukemia bermula dari sel sumsum tulang belakang, sementara Kanker getah bening terjadi akibat adanya serangan pada bagian kelenjar getah bening.

Baca juga:  4 Obat Imun Terbaik Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Penyebab dan Gejala Limfoma pada Seseorang

Sebenarnya jika membicarakan penyebab pasti, sampai dengan saat ini belum dapat diketahui apa yang menyebabkan seseorang terserang kanker kelenjar getah bening. Namun, berdasarkan penelitian, seseorang akan semakin berpotensi terkena kanker kelenjar getah bening apabila:

  1. Gejala non-hodgkins rentan terjadi pada orang dengan usia 60 tahun ke atas.
  2. Sementara gejala hodgkins amat rentan menyerang orang dengan rentang usia 15 hingga 40 tahun bahkan lebih dari 55 tahun.
  3. Hodgkins maupun non-hodgkins rentan menyerang gender pria.
  4. Rentan menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah, seperti memiliki penyakit HIV/AIDS.
  5. Menderita sakit autoimun atau kelainan imun yang menyebabkan daya tahan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  6. Terpapar pestisida.
  7. Memiliki riwayat pernah menjalani radioterapi.
  8. Faktor genetik.

Bagian-bagian tubuh yang biasanya jelas memperlihatkan Kanker getah bening adalah leher, ketiak, dan juga selangkangan. Jika menemui gejala seperti di bawah ini maka Anda perlu waspada dan segera konsultasi ke dokter:

  1. Batuk.
  2. Gatal.
  3. Cepat lelah.
  4. Demam.
  5. Turun berat badan secara drastis.
  6. Berkeringat pada malam hari.
  7. Sesak napas.

Jika merasa ragu dengan gejala di atas, tidak ada salahnya untuk mengkonsultasikan keluhan yang ada ke dokter. Mendapatkan penanganan dari ahlinya jauh akan membuat Anda lebih tenang dan dapat kembali sehat lebih cepat.

Penanganan yang Tepat dari Dokter

Setelah melakukan konsultasi, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan yang memastikan apakah benar Anda terpapar Kanker getah bening atau tidak. Bahkan ketika ada vonis betul Anda terserang kanker kelenjar getah bening, setelah sembuh wajib tetap kontrol kesehatan.

Karena kondisi seperti ini sangat rentan kambuh meskipun sudah dinyatakan sembuh pada waktu tertentu. Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan yang dihadapi, baru kemudian melakukan tindakan lanjutan.

Biasanya untuk menunjang tindakan tepat, dokter akan melakukan serangkaian tes seperti berikut ini:

  1. Biopsi atau pengambilan sampel dari benjolan di beberapa area tubuh dan memeriksakannya di laboratorium. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat apakah benjolan termasuk hodgkins atau non-hodgkins.
  2. Tes darah untuk melihat kondisi kesehatan tubuh seluruhnya. Dalam pemeriksaan darah ini akan dilihat seperti apa fungsi ginjal dan hati serta bagaimana kadar LDH. Biasanya pada penderita kanker kelenjar getah bening, angka LDH meningkat.
  3. Untuk mengetahui dimana keberadaan sel kanker, dokter akan menggunakan alat untuk melakukan aspirasi melalui sumsum tulang belakang.
  4. Rontgen, CT Scan, MRI, USG dan berbagai jenis pemindaian dilakukan guna mengetahui detail mengenai ukuran dan berbagai hal lainnya dari benjolan tersebut.

Setelah semua tes di atas, dokter baru dapat memastikan masuk stadium berapa kanker kelenjar getah bening yang menyerang tubuh pasien. Jika stadium sudah ditentukan maka selanjutnya masuk ke tahap pemberian obat, pelaksanaan radioterapi, dan transplantasi sumsum tulang belakang.

Kanker kelenjar getah bening tidak bisa hanya diabaikan sebab jika semakin parah berpotensi menimbulkan komplikasi berbagai penyakit. Sebut saja potensi kemandulan bagi pasien perempuan sampai dengan kemungkinan tumbuhnya sel kanker baru dalam tubuh.

Sampai dengan saat ini belum ada obat ampuh guna memusnahkan sel kanker seutuhnya. Untuk itu, ketika tubuh terserang Kanker getah bening sangat penting segera menemui dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

Baca juga:  Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Tubuh pada Masa Pubertas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.