cara-menyembuhkan-disentri-pada-bayi

Cara Mengatasi Disentri Pada Bayi dan Kenali Gejalanya

Tubuh bayi lebih rentan terkena penyakit dari pada orang dewasa, dikarenakan sistem kekebalan tubuh pada bayi masih sangat rentan. Penyakit yang sering dialami oleh bayi adalah diare, Untuk itu Mama harus tau cara mengatasi disentri pada bayi agar bisa menjaga kesehatan si kecil, terlebih pada sistem pencernaan.

Meski terdengar sangat biasa dan umum terjadi pada bayi dan anak anak, tapi tetap saja jika diare terjadi dalam waktu yang lama akan membuat orang tua panik. Jika bayi sudah mengalami Diare seperti ini, maka Mama jangan anggap remeh, karena ini merupakan penyakit disentri pada bayi.

Ya, disentri memang merupakan penyakit yang sering dialami oleh bayi.Tetapi mama jangan panik ya, karena banyak cara mengatasi diare pada bayi meskipun itu dirumah. Pasalnya menjaga kesehatan Si Kecil adalah hal yang wajib bagi Mama.

Gejala Disentri Pada Bayi

Bayi mungkin mengalami gangguan masalah kesehatan, salah satunya disentri. Disentri merupakan diare disertai darah atau lendir yang disebabkan oleh peradangan usus. Di saat bayi terkena diare, tingkat BAB akan meningkat, dengan kedaan feses yang lembek atau encer. Mari kita kenali gejala dan cara mengatasi disentri pada bayi.

Sebelum mama mengetahui cara mengobati disentri pada bayi, mama perlu mengenali gejala disentri pada bayi.Seperti yang sudah diketahui, ada dua jenis utama dari penyakit disentri pada bayi Yaitu :

Baca juga:  7 Syarat Pinjaman Mekar Terbaru Agar Diterima

1. Disentri Bakteri

Disentri yang paling umum dikenal dikalangan masyarakat adalah Disentri bakteri atau shigellosis. Umunya satu hingga tujuh hari setelah terjadinya infeksi disentri bakteri mulai muncul.

Gejala pertama yang muncul jika terinfeksi disentri bakteri adalah bayi merasakan sakit perut ringan dan diare berdarah, dan infeksi disentri bakteri ini berlangsung kira kira selama 3 hingga 7 hari. Dalam hal ini mama tidak perlu panik dan jangan buru buru pergi ke dokter. Bayi bisa ditangani dengan pengobatan alami di rumah.

Tetapi jika diare yang dialami makin parah, yaitu Volume BAB bayi kecil, berlendir, berdarah, berair, mual, muntah, suhu badan tinggi hingga 38 derajat Celcius dan sangat menyakitkan maka ini harus segera di bawa kedokter agar mendapat pelayanan yang efektif.

2. Disentri Amuba

Jenis disentri amuba ini biasanya ditemukan di luar negeri. Dalam pengamatan beberapa kasus, tidak ada gejala apa pun jika seorang bayi terkena disentri amuba. Namun jika terinfeksi disentri amuba  akan terdapat kista didalam kotorannya saat buang air besar, dengan begitu disentri amuba akan lebih menginfeksi sekitarnya. Dan gejalanya muncul setelah 10 hari terinfeksi.

Ciri ciri disentri amuba berupa diare berair bahkan terdapat darah, nanah, disertai mual muntah, demam dan menggigil. Jika terinfeksi disentri amuba Nafsu makan pun berkurang dan berat badan menurun.

Baca juga:  Nggak Usah Panik! Ini 5 Cara Menyembuhkan Telinga Tersumbat

Gejalanya berlansung selama ber minggu minggu. Namun jika gejala hilang dan tanpa pengobatan. Amuba masih akan terus hidup dalam usus selama ber bulan bulan. Dan ini menandakan bahwa infeksi masih bisa menyebabkan penularan kepada orang lain.

CARA MENCEGAH DISENTRI PADA BAYI

Dengan menjaga kebersihan (higienisitas) kita dapat mencegah Disentri yang palin efektif. Untuk perihal cara mengatasi disentri pada bayi, mama harus Selalu menjaa kebersihan badan dan lingkungan yaitu mencuci tangan menggunakan air dan sabun, terlebih sebelum makan, memasak, menyiapkan makanan, dan pasca BAB, serta mengganti popok bayi. Berikut beberapa cara mencegah disentri pada bayi:

  1. Hindari kontak langsung dengan pengidap disentri.
  2. Hindari penggunaan handuk yang sama dengan pengidap disentri.
  3. Gunakan air panas untuk mencuci pakaian pengidap disentri.
  4. Hindari tertelan air ketika berenang di fasilitas umum.
  5. Selalu bersihkan toilet dengan disinfektan setiap selesai digunakan.
  6. Hindari memakan buah-buahan yang dikupas oleh orang lain.
  7. Cara mengatasi disentri pada bayi selanjutnya yaitu usahakan meminum air minum yan telah direbus sampai mendidih.
  8. Hindari membeli es batu diluaran yang tidak jelas pembuatannya, karena bisa jadi proses pembuatannya tidak higienis.

CARA MENGATASI DISENTRI PADA BAYI

Diare dan muntah yang berlebihan akan membuat bayi yang terinfeksi disentri akan sangat mudah mengalami dehidrasi. Jika beberapa gejala yang sudah diuraikan tadi makin parah dan disertai berat badan bayi makin menurun secara drastis, maka dokter mencari tujuan untuk penanganan bayi yang terinfeksi disentri.

Baca juga:  Kerja Online Gaji harian, Andalkan Skill Untuk Raih Cuan

Namun selain mama harus pergi kedokter mama bisa merawat bayi dengan cara mengobati disentri pada bayi secara alami. Lalu apa yang harus dilakukan mama dirumah ketika akan menangani bayi yang terkena disentri?

Yuk simak cara alami mengobati disentri pada bayi :

 

1. Cukupi Kebutuhan Cairan

Diare dan muntah yang berlebihan akan membuat bayi kekurangan cairan. Untuk mencegah kurangnya cairan dalam tubuh bayi, mama perlu memperhatikan cairan minuman yang masuk ke tubuh dengan cara memberi minum bayi yang cukup. Apabila sering buang air besar maka mama harus lebih banyak memberikan minum air putih kepada bayi.

2. Perbanyak Istirahat

Untuk melawan berbagai penyakit harus memperbanyak istirahat, begitupun seperti halnya disentri. cara alami mengobati disentrib bayi  yaitu dengan beristirahat yang cukup.

3. Jaga Kebersihan

Cara menyembuhkan disentri pada bayi yang paling dasar adalah menjaga kebersihan. Terutama kebersihan bayi dan lingkungan sekitar. Bayi yang terinfeksi disentri akan cepat di obati apabila mama memperhatikan kebersihan. Begitupun sebaliknya jika lingkungan sekitar kotor maka akan memicu penularan disentri.

Jika ingin mengetahui cara mengatasi disentri pada bayi lebih jelas dan lengkap alangkah baiknya langung berkonsultasi dengan dokter. Dengan berkonsultasi dengan dokter kita dapat memahami lebih jelas seputar disentri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.