investasi jangka pendek

5 Contoh Investasi Jangka Pendek, Untung Cepat!

Investasi jangka pendek merupakan salah satu jenis investasi berdasarkan waktu. Investasi in menyetorkan dana untuk di kelola dalam waktu yang relatif singkat, sehingga dana dan keuntungannya bisa cair dalam rentang waktu yang pendek. Biasanya periode investasi jenis ini sekitar 1 tahun.

Dana yang di investasikan biasanya di kelola untuk hal-hal yang mudah dijual belikan atau dicarikan. Karena itulah investasi ini mempunyai risiko lebih rendah daripada investasi jangka panjang. Namun meskipun begitu, keuntungannya tidak kalah dengan jenis investasi lain.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Ada beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa menguntungkan Anda. Anda bisa memilih jenis investasi berdasarkan tujuan dan profil Anda. Berikut beberapa jenis investasi jangka pendek yang bisa Anda coba.

1. Deposito

Deposito adalah produk tabungan di bank dengan cara menyetorkan uang dan mencairkannya dalam waktu yang singkat. Periode deposito ini beragam, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 2 tahun.

Baca juga:  Definisi Asuransi Jiwa Regular Link, Dapatkan Manfaat Proteksi Dan Investasi

Meskipun singkat, namun dana Anda hanya bisa ditarik sesuai tanggal jatuh tempo saja. Jadi tidak bisa ditarik sewaktu-waktu seperti menabung di bank biasa. Tingkat keamanan deposito ini sangat terjamin karena diawasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

2. Reksadana

Investasi jangka pendek yang berikutnya adalah Reksadana. Reksadana merupakan produk investasi dimana dana investor akan dikelola oleh Manajer Investasi supaya mendapat keuntungan. Para investor tidak perlu memikirkan strategi dan cara mengelola uang tersebut, tinggal menerima hasilnya saja.

Reksadana ini bisa dibagi menjadi jangka pendek dan panjang. Reksadana jangka pendek ini biasanya bersifat praktis dan likuid. Contoh reksadana jangka pendek adalah pasar uang, karena periodenya cuma satu tahun dan resikonya juga rendah

3. Surat Utang Negara (SUN)

SUN atau Surat Utang Negara merupakan surat pernyataan hutang yang diterbitkan negara untuk investor dana. Produk ini aman dan cukup menguntungkan, hal ini karena negara menjamin pembayaran modal serta bunganya dalam kurun waktu tertentu.

Baca juga:  Pengalaman Pahit Investasi Reksadana, Ini Sebabnya!

Risiko investasi jenis ini sangat kecil, selain itu modal yang di setorkan juga tidak perlu banyak-banyak. Anda bisa mulai dengan Rp1 juta saja. Cara kerjanya adalah negara mengeluarkan surat untuk investor, investor sebagai piutang akan menanamkan sejumlah dana untuk negara supaya dana tersebut di kelola negara untuk pembangunan dan lain sebagainya.

4. Peer to Peer (P2P) Lending

Fintech P2P Lending merupakan jenis investasi jangka pendek baru di mana investor akan menanamkan modal pada UMKM Indonesia supaya mereka bisa mengembangkan bisnis. Keuntungannya berasal dari hasil pengelolaan dana yang berupa suku bunga dengan besaran tertentu.

Periode investasi bebas di pilih investor, mulai dari 6  bulan, 1 tahun, sampai dengan 2 tahun. Modal yang di butuhkan juga tidak perlu terlalu besar, Anda bisa mulai dengan Rp100 ribu. Meskipun hasil profit akan di berikan setiap bulan, namun risiko investasi ini cukup tinggi dan bisa berpotensi gagal.

Baca juga:  4 Keuntungan Investasi Saham, Pemula Wajib Tahu!

5. Saham

Jenis investasi terakhir yang populer di Indonesia adalah Saham. Saham merupakan surat berharga yang menjadi sebuah bukti kepemilikan dari suatu aset atau perusahaan. Meskipun kebanyakan saham terkenal dengan investasi jangka panjang, namun ada juga jenis saham dengan periode yang singkat.

Saham dengan jangka waktu pendek memakai sistem trading. Keuntungan trading ini bisa di dapat hanya dalam waktu beberapa jam atau hari saja. Namun Anda harus ahli dalam melakukan analisis dan mengatur strategi yang tepat. Risiko trading saham ini sangat-sangat tinggi, Anda bisa kehilangan uang dengan cepat.

Nah itulah beberapa contoh investasi jangka pendek yang bisa Anda coba untuk mendapatkan profit dengan cepat. Namun perlu Anda ingat bahwa semakin tinggi risiko, semakin tinggi pula peluang Anda kehilangan uang.