piramida keuangan

Piramida Keuangan: Pengertian dan Kuadran Lengkap

Bagi Anda yang bergelut di dunia finansial tentu sudah tidak asing dengan yang namanya Piramida Keuangan. Ini merupakan suatu hal yang menjadi dasar dari perencanaan keuangan, baik itu dengan mendahulukan cash flow dan berlanjut ke tahap signifikan seperti warisan dan dana pensiun.

Perencana keuangan mempunyai kaitan yang erat dengan tujuan keuangan, tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda. Ada yang untuk membeli rumah, pendidikan anak, membeli kendaraan, perjalanan berlibur dan lain sebagainya.

Pengertian Piramida Keuangan

Secara singkat, yang dimaksud dengan Piramida Keuangan adalah dasar dari pembentukan perencanaan keuangan yang baik. Piramida ini merupakan struktur yang sangat kokoh dan kuat dalam arsitektur. Bentuk piramida menggambarkan pentingnya keberadaan di level yang lebih rendah untuk mendukung level yang lebih tinggi.

Jenis piramida pada keuangan ini mirip dengan pendekatan Maslow mengenai aktualisasi manusia yang harus memenuhi kebutuhan dasar mereka dulu sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.

Contohnya seseorang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan atau nutrisi dasar, maka akan sulit bagi mereka untuk memenuhi keinginan mendapat keamanan, pendidikan lebih tinggi, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

Empat Kuadran Piramida Keuangan

Dalam perencanaan keuangan, setiap bagian atau prioritas digambarkan dalam bentuk piramida. Sebelum lanjut ke bagian-bagian atau bentuk piramidanya, terdapat empat kuadran yang menjelaskan bahwa tujuan keuangan orang bisa berbeda tertanggung kuadran serta usia seseorang:

1. Kuadran I

Kuadran ini dikenal dengan sebutan Generasi Z (2001-2010), pada fase ini seseorang akan bermain dan belajar. Jadi pada tahap ini keuangan atau finansial planner masih menjadi tanggung jawab orang tua.

2. Kuadran II

Kuadran yang selanjutnya dalam piramida keuangan adalah disebut dengan Generasi Y Millennial (1981-2000), pada tahap ini ada dua kategori. Yang pertama single, akan lebih memikirkan belanja, membeli rumah, liburan dan sejenisnya. Untuk yang sudah berkeluarga, mereka akan memikirkan bagaimana mengumpulkan uang untuk biaya kelahiran, pendidikan, dan lain-lain.

3. Kuadran III

Menargetkan kekayaan untuk masa depan yang terkait dana pensiun, biaya hidup, biaya sekolah anak, sampai perencanaan liburan atau ibdah merupakan Generasi X (1961-1980). Ini merupakan fase yang terpenting untuk mencapai kebahagiaan hidup.

Pada masa ini Anda wajib mempersiapkan semua hal sebelum masuk fase teakhir. Buatlah target pencapaian, karena standarisasi kembali lagi pada diri kita masing-masing.

Baca juga:  Pengalaman Pahit Investasi Reksadana, Ini Sebabnya!

4. Kuadran IV

Kuadran yang terakhir ini disebut dengan Baby Boomers (>1960) yang mana pada fase ini orang akan mulai menyiapkan dana pemasukan ketika pensiun, liburan, dana kesehatan, dan kesejahteraan anak pada kuadran yang kedua.

Bentuk Piramida Keuangan

Piramida Keuangan memiliki bagian-bagian yang menyusunnya, mulai dari bawah sampai atas. Setiap bagian ini sangat penting dalam sebuah prinsip keuangan. Berikut ini adalah bagian-bagian piramida keuangan:

1. Protection

Proteksi adalah tahapan dimana Anda harus menjaga pendapat Anda, misalnya dari kecelakaan, sakit, atau musibah yang lain. Oleh karena itulah asuransi ini sangat dibutuhkan, jenis asuransinya sendiri bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Pembayaran hutang juga termasuk kedalam proteksi, karena ada kemungkinan Anda tidak bisa membayar hutang tersebut. Oleh karena itu, sebelum masuk ke fase berikutnya dari piramida, Anda harus melunasi hutang terlebih dahulu.

2. Regular Saving

Fase berikutnya dari piramida adalah regular saving, yaitu komitmen untuk tujuan keuangan. Contohnya dana darurat, dana pendidikan, dana pensiun, kepemilikan rumah, dan lain sebagainya. Dalam regular saving ini ada juga dana untuk memenuhi keinginan seperti membeli mobil, ini berada di prioritas paling akhir.

3. Growth and Diversification

Setelah regular saving terpenuhi, selanjutnya Anda akan masuk dalam fase pertumbuhan. Dalam posisi ini Anda berinvestasi saham dan aset berharga lainya untuk meningkatkan kekayaan. Namun Anda juga harus memperhatikan tingkat resiko yang ada. Ketika berinvestasi, Anda harus sabar dan tetap menjaga money management.

Baca juga:  Contoh Rekap Orderan Olshop, Agar Semua Transaksi Tercatat

4. Speculation

Spekulasi merupakan fase berikutnya ketika Anda melakukan investasi beresiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ketika Anda memastikan laporan, apabila mengalami kerugian tidak mempengaruhi pondasi piramida keuangan Anda.

Apabila Anda sudah terbiasa menganalisa laporan keuangan sebuah perusahaan, Anda tidak akan kesulitan dalam berinvestasi di perusahaan umum, start up, atau bisnis properti. Selain itu, bisnis juga bisa menjadi pilihan lain untuk mendapat keuntungan besar.

5. Wealth Distribution

Fase atau tahap terakhir dari piramida adalah warisan, fase ini merupakan hasil dari perencanaan keuangan pada tahap-tahap sebelumnya. Sebagai orang tua, tentu Anda memiliki keinginan untuk menurunkan harta warisan untuk anak. Di tahap inilah Anda mulai merencanakan tentang bagaimana warisan untuk keluarga, berdonasi supaya lebih bermanfaat, dan lain sebagainya.

Nah itulah penjelasan tentang Piramid Keuangan yang meliputi pengertian dan bagian-bagiannya lengkap. Sekarang Anda tahu bahwa piramida keuangan ini merupakan sebuah perencanaan yang penting untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap bagian memiliki peran penting untuk mencapai tujuan akhir dari piramida keuangan.