Contoh Pembukuan Pengeluaran dan Pemasukan Sederhana

Dariberita – Mencatat keuangan suatu bisnis, sebenarnya merupakan hal yang wajib. Sayangnya, tidak semua pebisnis pemula mau meluangkan waktu, karena kadang tidak tahu caranya. Jadi, perlu contoh pembukuan pengeluaran dan pemasukan.

Dalam membuat suatu pembukuan, yang paling penting adalah membuat semua orang yang membacanya bisa memahami. Hal ini karena banyak orang yang mungkin akan memeriksanya. Intinya, buat yang simpel saja.

Manfaat Melakukan Pembukuan Pemasukan dan Pengeluaran

Banyak pelaku usaha kecil, baik itu dalam bidang produksi maupun jual beli, mengabaikan pembukuan ini. Padahal, perannya dalam kemajuan bisnis cukup tinggi. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya.

1. Mengetahui Pembelanjaan Modal

Manfaat pertama dari pembukuan pengeluaran adalah agar mengetahui untuk pos mana saja pembelanjaan modal. Tidak jarang pebisnis pemula yang terlalu banyak membelanjakan modalnya untuk alat dan sarana lain yang sebenarnya tidak perlu.

Baca juga:  5 Tips Membuat Status WA untuk Jualan, dan Bikin Laris!

Kondisi ini bisa membuat penggunaan modal menjadi kurang efisien. Dengan adanya pembukuan pengeluaran, Anda bisa mengetahui pemborosan itu dengan cepat, sehingga tidak berlarut-larut.

2. Meminimalisir Risiko Kehilangan

Selanjutnya, pembukuan pemasukan dan pengeluaran juga berfungsi dalam meminimalisir risiko kehilangan. Pencatatan terhadap pembelian dan penjualan barang berguna untuk memastikan tidak ada uang maupun produk yang hilang.

3. Mengetahui Jumlah Uang Masuk

Sebagaimana namanya, Pembukuan pemasukan berfungsi untuk melihat arus kas masuk. Dengan demikian, bisa mengetahui sejauh mana perkembangan usaha. Apabila pemasukan lebih kecil daripada pengeluaran, artinya bisnis kurang sehat.

Contoh Pembukuan Pengeluaran Dan Pemasukan yang Sederhana

Perlu Anda ketahui bahwa dalam bisnis, tidak hanya akuntan saja yang perlu memahami pembukuan. Pemilik bisnis dan investor juga memerlukan pemahaman tersebut.

Ada baiknya, Pembukuan ini sesederhana mungkin, sehingga mudah dimengerti oleh orang-orang terkait. Agar lebih jelasnya, silakan melihat contoh pembukuan pengeluaran dan pemasukan berikut ini.

Baca juga:  3 Cara Membuat Pembukuan Warung Kecil : Akurat dan Mudah

1. Pencatatan Pengeluaran

Pertama, Anda perlu membuat pencatatan uang keluar. Beberapa hal yang harus tercatat adalah pembelian barang dagangan, alat, bahan, dan hal lain yang membuat keluarnya uang dari kas.

Berikut ini contohnya.

Dalam contoh di atas, pencatatan pengeluaran meliputi pembelian bahan, sarana produksi, dan upah. Artinya, segala bentuk pengeluaran harus tercatat di sana. Termasuk juga jika mendapatkan potongan harga dan utang.

Pencatatan ini harus Anda lakukan setiap hari, yaitu ketika ada uang keluar. Dengan demikian akan tahu ke mana perginya uang tersebut. Jadi, tidak perlu merasa kehilangan uang, karena semua telah tercatat.

2. Contoh Pembukuan Pengeluaran dan Pemasukan Pencatatan Uang Masuk

Berikutnya, Anda juga perlu membuat buku pengeluaran. Di dalam pencatatan ini, perlu ada semua transaksi pemasukan, termasuk juga ketika ada pembayaran piutang.

Baca juga:  4 Tips Memulai Bisnis Telur Ayam, Supaya Sukses!

Berikut ini contohnya.

Berikut ini penjelasannya.

  • Kolom keterangan berisi nama konsumen dan produk yang ia beli.
  • Selanjutnya, ada kolom tanggal. Isilah dengan tanggal pembelian oleh konsumen.
  • Ketiga, ada kolom nomor nota. Masukkan nomor nota pembelian.
  • Adapun kolom total berisi jumlah pembelian konsumen tersebut.
  • Kolom selanjutnya adalah tanggal jatuh tempo, jika konsumen membeli secara kredit. Namun, jika membeli tunai, samakan kolom jatuh tempo ini dengan tanggal pembelian.
  • Pada kolom bayar, isikan jumlah uang pembayaran konsumen.
  • Berikutnya, isikan tanggal pembayaran konsumen.
  • Jika sudah, tambahkan jumlah pembayaran dengan pemasukan sebelumnya pada kolom saldo.

Dengan menggunakan pencatatan di atas, bisa mengetahui dengan pasti berapa jumlah pengeluaran dan pemasukan. Hal ini bisa membantu untuk melakukan pengawasan agar pengeluaran tidak lebih besar daripada pemasukan.

Silakan menggunakan contoh pembukuan pengeluaran dan pemasukan sebagai acuan pembuatan pencatatan sederhana dalam bisnis. Perlu juga mengingat bahwa jangan sampai ada transaksi yang terlewat dan tidak tercatat.