bisnis retail

Bisnis Retail: Pengertian, Fungsi dan Tujuan

Di era digital seperti sekarang ini, bisnis ritel menjadi salah satu metode marketing yang populer di kalangan para pengusaha.. Bahkan banyak orang yang menganggap bahwa bisnis ini sangat menjanjikan dan berpotensi mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit.

Dengan kelebihan bisnis retail ini, banyak pengusaha yang tertarik dan mencoba usaha retail. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha retail, berikut ini akan kami jelaskan informasi terkait usaha retail. Mulai dari pengertian, fungsi, dan klasifikasi bisnis ritel.

Pengertian Bisnis Retail

Retail adalah kegiatan usaha yang melibatkan transaksi penjualan barang maupun jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran untuk keperluan pribadi dan tidak dijual belikan kembali.

Baca juga:  Macam-macam Ide Kerajinan dari Limbah Kertas

Kelebihan dari bisnis ini adalah perdagangan terkait perjalanan barang secara langsung ke konsumen terakhir. Sedangkan untuk barang dagangannya akan digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Selain itu, sistem kerja dari usaha ritel ini adalah menghubungkan antara produsen utama (grosir besar) dengan konsumen yang melakukan pembelian barang dengan jumlah kecil maupun satuan.

Fungsi Bisnis Ritel

Biasanya, bisnis ritel ini dibuat untuk membuat kedua pihak antara pembeli dan penjual merasa diuntungkan. Hal ini bisa dicapai dengan memahami beberapa fungsi dari usaha ritel yang penting. Berikut dua fungsi bisnis ritel dalam sebuah perdagangan.

1. Memudahkan Konsumen Mendapat Barang

Keuntungan dari adanya usaha ritel ini adalah memudahkan konsumen untuk mendapat barang yang mereka inginkan. Tanpa adanya usaha ritel, konsumen akan mengalai kesulitan dalam mencari kebutuhan sehari-hari karena mereka harus membeli langsung dari produsen.

2. Memberi Keuntungan untuk Produsen dan Grosir

Manfaat lain dari bisnis retail ini adalah bisa mendatangkan keuntungan untuk produsen maupun grosir. Dengan sistem ini, pengecer akan membeli barang dalam jumlah yang banyak ke produsen. Nantinya dana tersebut dijadikan modal untuk membuat kembali produk yang dijual.

Baca juga:  Bagaimana Cara Daftar Grab Motor dan Mobil Beserta Syaratnya

Klasifikasi Bisnis Ritel

Usaha ritel bisa di bedakan menjadi beberapa jenis, yaitu berdasarkan barang dagangannya, aset kepemilikan, dan lokasi penjualannya. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis atau klasifikasi usaha ritel.

1. Berdasarkan Produk yang Dijual

Berdasarkan dari produk yang dijual, ritel ini dibagi menjadi tiga jenis. Yang pertama product ritel yang menjual barang seperti toko mainan. Service retail yang menawarkan jasa seperti service kendaraan. Dan non-store retail yang memasarkan barang dengan menggunakan media tertentu seperti vending machine.

2. Berdasarkan Kepemilikan

Ada tiga jenis bisnis ritel yang di kategorikan berdasarkan sifat kepemilikannya. Yang pertama adalah ritel mandiri seperti warung toko, dan ruko, kemudian ada juga waralaba seperti franchise, dan terakhir ada kelompok usaha seperti swalayan yang terikat dalam satu manajemen.

Baca juga:  Solutif : Risiko Usaha Cuci Motor Dan 7 Solusinya

3. Berdasarkan Lokasi Penjualan

Jenis ritel yang terakhir adalah berdasarkan lokasi penjualannya. Pengusaha yang mempunyai akses langsung ke jalan besar termasuk dalam jenis ritel strip mal atau lahan komersial.

Tujuan Bisnis Ritel

Pada dasarnya, tujuan dari ritel ini adalah untuk memudahkan pelanggan ntuk membeli produk dengan menyediakan persediaan produk yang cukup dan di kemas dengan ukuran lebih kecil. Berikut tujuan dari usaha ritel:

  • Menyediakan berbagai jenis barang sesuai keinginan pembeli.
  • Menawarkan produk barang dalam ukuran yang lebih kecil supaya konsumen bisa mencukupi kebutuhannya.
  • Penghubung antara distributor dan konsumen.
  • Mengumpulkan informasi tentang jenis-jenis barang yang di butuhkan oleh pelanggan.

Nah itulah tadi informasi mengenai bisnis retail, mulai dari pengertian, fungsi, klasifikasi sampai dengan tujuan dari usaha bisnis ritel. Semoga informasi yang kami sampaikan bermanfaat.