Contoh pembukuan Reseller Agar Mudah Melakukan Pencatatan

Dariberita – Anda berbisnis dengan menjadi seorang reseller? Tentu, agar bisnis berjalan dengan baik, harus membuat pembukuan yang tertib. Bagi yang masih awam akuntansi, pasti memerlukan contoh pembukuan reseller.

Mengapa perlu Pembukuan?

Apabila menggeluti bidang penjualan, pembukuan sangat penting dilakukan. Sayangnya, banyak pebisnis pemula yang masih mengabaikannya. Jadi, agar paham pentingnya pembukuan, silakan simak di bawah ini.

  • Mampu memisahkan uang bisnis dan pribadi.
  • Melindungi uang kas, karena semuanya tercatat dengan mendetail.
  • Mengetahui untuk apa saja pengeluaran uang kas.
  • Dapat mengetahui jumlah stok barang dengan mudah.
  • Mengetahui besarnya keuntungan maupun kerugian bisnis tersebut.
  • Dapat membuat keputusan berdasarkan data yang akurat.
  • Memberikan landasan bagi investor dalam memberikan modal.
Baca juga:  Peluang Usaha Modal 1 Juta di Kampung untuk Anak Muda dan Ibu Rumah Tangga

Melihat pentingnya pembukuan tersebut, sebaiknya tidak mengabaikan pencatatan ini. Hal yang sering terjadi adalah tertib mencatat di awal, tetapi belakangan banyak yang terlewat. Hal ini tidak baik, karena nantinya justru ada selisih pencatatan.

Cara Membuat Pembukuan

Pembukuan keuangan bisnis bisa menggunakan tiga cara. Untuk memudahkan memahaminya, berikut ini adalah penjelasannya.

1. Pembukuan Manual

Pencatatan keuangan ini menggunakan cara manual, yaitu memakai buku tulis. Anda bisa melakukan pencatatan dengan menulis tangan. Cara ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan tools khusus.

Sayangnya, pencatatan manual ini sangat rawan terjadinya human error. Bisa jadi ada selisih, karena salah memasukkan debit dan kredit. Kendala lainnya adalah ketika lupa mencatat maupun salah menghitung.

2. Pencatatan menggunakan Excel

Berikutnya, ada pilihan melakukan pembukuan menggunakan excel. Cara ini lebih efektif, karena bisa melakukan penghitungan secara otomatis. Dengan demikian, bisa meminimalisir kesalahan hitung.

Meskipun demikian, Anda harus memahami pembuatan formula hitung di excel. Apabila tidak mengetahuinya, tentu pencatatan ini menjadi kurang efektif.

Baca juga:  Franchise Chatime, Keunggulan dan Potensinya

3. Pencatatan Menggunakan Software Akuntansi

Ada lagi contoh pembukuan reseller yang minim error, yaitu menggunakan software akuntansi. Anda tinggal memasukkan data pada template yang tersedia, lalu software akan mengolahnya.

Sayangnya, cara ini juga memiliki kelemahan, yaitu risiko kerusakan data dan rawan kejahatan cyber. Jadi, perlu mencari aplikasi pencatatan keuangan yang benar-benar aman.

Contoh Pembukuan Reseller Berdasarkan Masing-Masing Pencatatan

Setelah memahami manfaat dan metode pencatatannya, kali ini akan membahas tentang contohnya. Anda bisa menerapkan contoh pembukuan ini baik dengan menulis tangan atau menggunakan excel.

1. Pencatatan Stok

Pada pencatatan ini, Anda akan membukukan jumlah barang dagangan yang masuk dan keluar. Dengan demikian, akan mengetahui posisi stok yang ada. Berikut ini contoh pembukuannya.

Ini merupakan pencatatan stok bulanan. Namun, Anda juga perlu melakukan pencatatan harian dengan membukukan barang masuk dan keluar setiap harinya secara terpisah.

Berikut adalah contoh pencatatan tersebut.

  • Pencatatan barang Masuk

Catatan tersebut harus Anda isi setiap ada pembelian barang dagangan yang mengubah jumlah stok. Jadi, dengan melihat catatan ini, sudah langsung bisa mengetahuinya.

Baca juga:  Contoh Rekap Orderan Olshop, Agar Semua Transaksi Tercatat

  • Pencatatan barang keluar

Selanjutnya, Anda perlu melakukan pencatatan setiap ada barang yang laku, pada kolom-kolom yang ada. Pencatatan pun harus rutin, agar tidak tampak seolah ada barang yang hilang.

2. Contoh Pembukuan Reseller Dalam Mencatat Kas

Kedua, selain melakukan pencatatan stok barang, sebagai reseller juga perlu membuat buku kas. Fungsi dari buku kas ini adalah untuk mencatat uang yang masuk dan keluar. Berikut ini adalah contohnya.

Caranya, isikan riwayat transaksi pada kolom uraian. Kemudian, menuliskan uang masuk pada kolom debit. Adapun uang keluar tercatat pada kolom kredit, sementara saldo adalah sisa uang yang tersedia dalam kas.

Demikianlah contoh pembukuan reseller secara sederhana. Kuncinya adalah melakukan pencatatan rutin setiap hari dengan teliti. Jadi selain menjual barang yang laris, perlu juga melakukan pencatatan secara konsisten.