candle evening star

Candle Evening Star: Pengertian, Syarat, dan Caraya

Ada banyak sekali pola candle yang muncul dalam market, baik itu saham maupun crypto. Salah satu pola candle yang sering muncul adalah candle evening star. Candle ini erat hubungannya dengan morning star karena kedua candle ini berlawanan atau kebalikan.

Bagi Anda yang pemula dalam trading, mencermati pola-pola candle serta istilah-istilah yang ada dalam dunia trading wajib dilakukan. Hal ini supaya nantinya Anda tidak terkecoh dan asal entry di market saham ataupun kripto. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi terkait evening star candle.

Pengertian Candle Evening Star

Pola evening star merupakan kebalikan dari morning star. Hal ini terdiri atas tiga buah candle, bedanya pada candle pertama (A) berwarna putih atau hijau, kemudian disusul dengan doji berwarna hitam atau merah (C). Pola candlestick evening star ini menunjukkan adanya pergeseran kekuatan dari pembeli yang menguasai ke penjual yang mulai menguat.

Candle stick doji di tengah ini menunjukkan bahwa bull dan bear menunjukkan kekuatan yang sama sehingga pasar masih menentukan mau ke arah mana pergerakan harga berlanjut. Hal ini terjadi jika pembeli aset melakukan take profit sehingga terjadi gelombang penjualan yang besar-besaran. Karena itulah, pola evening star ini termasuk jenis pola pembalikan bearish.

Baca juga:  Cara Membaca Candlestick 1 Menit, Supaya Profit!

Syarat Pola Evening Star

Baik pola morning star maupun candle evening star, mereka bisa terjadi kapanpun dan pada time frame berapapun. Karena itulah, setiap trader dengan metode apapun harus mengetahui dua jenis pola candle ini. Berikut ini syarat terbentuknya evening star candle:

  • Muncul ketika harga sedang uptrend atau naik.
  • Candlestick pertama merupakan candle bullish.
  • Candlestick kedua bisa bullish atau bearish.
  • Terjadi gap up antara candle pertama dan kedua.
  • Candle ketiga adalah candle bearish.

Selain itu, Steve Nison yang merupakan seorang ahli analisis teknikal asal Amerika mengatakan bahwa. Sebuah grafik lilin bisa disebut evening star atau morning star apabila memenuhi syarat berikut ini:

1. Ada Jarak Antara Candle

Jarak yang dimaksudkan ini bisa jadi tidak terlihat di pasar forex karena forex ini merupakan instrumen dengan tingkat likuiditas yang terbesar di dunia. Nison mengatakan bahwa asalkan candle kedua ukurannya lebih kecil dari candle pertama, maka ini sudah cukup.

2. Ukuran Candle Ketiga

Syarat yang berikutnya adalah ukuran candle ketiga minimal harus setengah dari ukuran candle yang pertama. Tujuannya adalah supaya para trader bisa tahu akan adanya pembalikan atau tidak. Jika rentang harga di penutupan penutupan A sekitar 30 pips, maka rentang harga penutupan di C minimal harus 15 Pips.

Baca juga:  Settingan Indikator Stochastic yang Akurat, Simak Ini!

Perbedaan Morning Star dan Evening Star

Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya. Apakah perbedaan antara evening star dengan morning star candle? Kedua candle ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Morning star candle ini merupakan sebuah sinyal kuat bahwa harga nantinya akan naik.

Sedangkan evening star candle merupakan sebuah sinyal bahwa sebuah harga suatu aset akan berbalik turun. Dengan adanya sinyal pembalikan arah trend ini, Anda bisa mendapat profit dengan melakukan entry pada posisi buy ataupun sell tergantung pola yang muncul.

Cara Trading dengan Pola Evening Star

Setelah Anda mengetahui tentang candle evening star, berikutnya kami juga akan menjelaskan bagaimana cara trading dengan pola tersebut. Untuk caranya sendiri tidak sulit, namun Anda harus menjaga psikologis dan money management.

1. Gunakan Indikator Lain

Salah satu kelemahan dari candle di atas adalah sering memberikan sinyal palsu kepada para trader. Hal ini bisa terjadi karena kekuatan pembeli tidak bisa mengecek harga pasar atau kekuatan penjual tidak bisa membuat harga kembali turun.

Oleh karena itulah dibutuhkan indikator lain sebagai konfirmasi. Salah satu yang bisa Anda gunakan adalah RSI, Stochastic Oscillators, dan ADX. Ketiga indikator ini bisa membantu Anda mengukur kekuatan trend dan membantu melihat kekuatan daya beli di pasar.

Baca juga:  Belajar Candlestick: Memahami Sinyal Investasi

2. Melihat Volume di Market

Tips selanjutnya ketika trading dengan evening star candle adalah melihat kekuatan atau volume pasar. Besar kecilnya volume transaksi ini bisa terlihat jelas pada badan candle, semakin panjang candle maka semakin besar kekuatan untuk naik.

Karena itulah, ketika menemukan pola ini pada grafik trading. Sebaiknya Anda menunggu sampai candle ketiga minimal menyentuh candle pertama. Dengan ini, Anda bisa sedikit mengkonfirmasi jika pola evening star sudah terjadi.

3. Tentukan Titik Entry / Exit

Langkah terakhir dalam trading memakai candle evening star adalah menentukan titik entry dan exit. Ketika menggunakan pola ini, sebaiknya buka posisi entry saat panjang candle ketiga lebih dari separuh candle yang pertama. Selain itu, buka posisi dengan market order sehingga Anda bisa beli aset di harga saat itu juga.

Untuk menentukan exit, sebaiknya lakukan analisis tentang berapa lama kedua pola candle bisa terjadi. Selain itu, Anda harus tahu pola reversal lain sehingga ketika pola tersebut muncul Anda sudah siap.

Nah itulah tadi penjelasan lengkap tentang pengertian pola evening star beserta ciri-ciri, syarat, dan cara trading menggunakan candle evening star. Namun perlu Anda ingat, sebagus apapun teknik yang digunakan, jika Anda tidak menjaga psikologis dan money management semua tidak berarti.