belajar usaha rongsokan tanpa modal

Belajar Usaha Rongsokan Tanpa Modal, Pasti Cuan

Belajar Usaha Rongsokan Tanpa Modal

Dapatkah menghasilkan uang dari sampah? Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, tentu saja bisa. Bahkan, sudah banyak orang yang membuktikan kesuksesan dari berbisnis barang rongsok. Jika ingin merintis usaha ini, tentu perlu belajar usaha rongsokan tanpa modal.

Oleh karena masih merupakan tahap merintis, memang sebaiknya tidak menggelontorkan modal terlalu banyak. Bahkan, jika perlu, mencari cara untuk melakukannya tanpa modal uang. Namun, jika tanpa modal, tentu perlu melakukan effort lebih, sehingga usaha tersebut segera berkembang dan menghasilkan cuan.

Belajar Usaha Rongsokan Tanpa Modal dengan Mendirikan Bank Sampah

Mendirikan bank sampah memang menjadi solusi untuk menjalankan usaha rongsokan tanpa modal. Pemilik bank sampah bisa mendapatkan barang bekas tanpa harus membayar. Cukup hanya menimbang dan menaksir harga rongsokan, kemudian mencatat nominalnya di sebuah buku tabungan. Jika ingin mencoba usaha tersebut, silakan memperhatikan hal berikut ini.

Baca juga:  6 Cara Banjir Orderan di WhatsApp Secara Konsisten

1. Mengetahui Alur Perdagangan Barang Rongsokan

Pertama, pelajari dahulu alurnya. Caranya bisa dengan melakukan survei atau bertanya langsung kepada orang yang sudah memiliki pengalaman di bidang ini. Biasanya, alur bisnis barang rongsokan ada beberapa tingkatan, yaitu:

  • Pemilik barang bekas tersebut, yang memberikan atau menjualnya kepada pemulung
  • Pengepul rongsokan yang mendapatkan barang bekas dari pemulung. 
  • Pabrik daur ulang atau perajin barang bekas

Bank sampah berada pada posisi pengepul. Namun, jika ingin tanpa modal, sebaiknya tidak membeli dari pemulung, karena harus langsung membayar. Akan lebih tepat jika membangun jaringan nasabah yang mengumpulkan sampah dan barang bekas. Tidak perlu membayar uang pembelian barang bekas tersebut, melainkan mencatatnya pada buku tabungan.

2. Menjalin Kerja Sama dengan Pengguna Barang Bekas

Meskipun tidak harus langsung membayar barang bekas yang terkumpul, jika ingin mengelola bank sampah, tetap harus memastikan bisa membayar jika ada nasabah yang menarik saldo tabungannya. Caranya adalah dengan menjalin kerja sama dengan pengguna barang bekas.

Baca juga:  Kata-Kata Promosi Minuman Kekinian yang Memikat Hati Konsumen

Contohnya adalah pabrik daur ulang, perajin yang memanfaatkan barang bekas untuk karyanya, ataupun pihak lainnya. Dengan adanya kerja sama ini, tentu bisa memastikan bahwa semua rongsokan yang terkumpul akan menjadi uang. Nantinya, jika ada nasabah bank sampah yang ingin menarik dananya, bisa melayaninya.

3. belajar usaha rongsokan tanpa modal dengan Mengetahui Jenis dan Harganya

Belajar Usaha Rongsokan Tanpa Modal

Selanjutnya, yang tak kalah penting adalah mengetahui harga jual barang bekas (rongsokan) tersebut. Dengan mengetahuinya, maka bisa menentukan harga beli dari nasabah bank sampah. Sebaliknya, tanpa mengetahui harga jual kepada pabrik daur ulang, akan timbul risiko kerugian, karena menetapkan harga beli kepada nasabah, yang terlalu tinggi.

Beberapa jenis barang bekas, bisa saja memiliki harga yang berbeda. Contohnya, botol kaca dengan plastik, tentu berlainan harganya. Jadi, jika masih belajar usaha rongsokan tanpa modal, pastikan mengetahui harga masing-masing barang bekas.

Baca juga:  5 Cara Membangun Usaha Apotek Untuk Pemula

4. Ketahui Mana yang Masih Bernilai Jual

belajar usaha rongsokan tanpa modal

Pada dasarnya, tidak semua rongsokan memiliki nilai jual. Ada yang benar-benar hanya merupakan sampah belaka. contohnya adalah kardus bekas yang basah dan mulai hancur. Itulah sebabnya, jika merintis usaha bank sampah, pastikan mengetahui jenis barang rongsokan yang masih memiliki nilai ekonomi.

5. Perbanyak Nasabah

Jangan hanya mengandalkan orang sekitar saja. Jika memungkinkan dan memiliki kendaraan yang memadai, sebaiknya memperluas jangkauan agar nasabah semakin banyak. Promosikan di media sosial agar semakin banyak orang yang menyetorkan rongsokannya ke bank sampah tersebut. Jika rongsokan cepat terkumpul, perputaran uang pun makin cepat.

Terakhir, hal yang harus menjadi perhatian adalah tanggung jawab kepada nasabah. Caranya adalah dengan memastikan bahwa kapan pun nasabah ingin mengambil uang hasil penjualan rongsokannya, bank sampah mampu membayarnya. Jadi, saat belajar usaha rongsokan tanpa modal, perlu juga mempelajari cara pengelolaan uang bisnis yang baik.