Berbagai-Contoh-Proposal-Usaha-untuk-Mencari-Modal

Berbagai Contoh Proposal Usaha untuk Mencari Modal

Berbagai contoh proposal usaha dibutuhkan oleh para pebisnis, baik itu pemula maupun yang sudah berpengalaman. Tujuannya untuk mendapatkan tambahan modal serta dukungan dari berbagai pihak sekaligus sebagai sarana memperkenalkan bisnis tersebut.

Proposal usaha memiliki peranan sangat penting karena menentukan keputusan berbagai pihak untuk mau atau tidak mau bekerja sama dengan Anda. Semakin detail isi proposalnya dan semakin menarik cara penyampaiannya maka semakin besar kesempatan emas terbuka.

Jika masih asing dengan bagaimana cara menulis proposal bisnis, tidak perlu bimbang karena sekarang ini sudah banyak sumber yang menyediakan contoh. Anda tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan serta disesuaikan dengan anggaran berikut tujuan bisnisnya.

Baca juga:  Usaha yang Cocok Untuk Anak Muda Dengan Modal Minim

3 Contoh Proposal Usaha yang Perlu Diketahui

Semakin ke sini, anak muda makin kreatif, berbagai sarana yang tadinya tidak terpikirkan untuk menjadi ladang bisnis, bisa disulap sebagai ladang uang.

Jangan sia-siakan kesempatan itu dan mulailah melangkah lebih jauh. Coba mulai serius di bidang tersebut dan awali dengan menyusun proposal usaha berikut ini:

Contoh Usaha Kerajinan

1. Bidang Kerajinan

Mengolah barang bekas menjadi benda bernilai tinggi dapat membantu meminimalisir efek global warming di bumi. Pebisnis pemula bisa memulainya dengan menyusun proposal kerajinan yang diantaranya berisi:

  • Beri judul menarik pada bagian sampul, seperti, “Kupu-kupu dari Botol Mineral Bekas”.
  • Rinci apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan, mulai dari alat dan bahan utama sampai dengan pendukung detail.
  • Jabarkan secara rinci dari awal sampai akhir tahapan pembuatan supaya investor terbayang proses kreatifnya seperti apa.
  • Baru kemudian masuk ke anggaran biaya, usahakan survey harga dulu sebelum memasukkan angka. Jangan lupa masukkan rencana harga jual di akhir list kebutuhan.
  • Masukkan analisis SWOT atau strength, weakness, opportunity, dan threat-nya bagaimana.

Jika dijabarkan, isi dari contoh proposal usaha akan berbeda-beda, tergantung pada besaran modal serta jenis usaha yang dirintis. Setidaknya, sistematika yang harus ada mengacu pada kelima poin di atas.

Baca juga:  11 Usaha Rumahan yang Tidak Ada Matinya dan Patut Dicoba!

Contoh Usaha Kuliner

2. Bidang Kuliner

Bisnis kuliner juga menjadi salah satu harapan dalam mendirikan usaha. Apalagi jika mendukung jasa pesan antar online. Jika memiliki kemampuan memasak, ini saatnya Anda menyusun proposal kuliner untuk mendapatkan suntikan modal. Adapun, ilustrasi contohnya seperti berikut:

  • Judul: XX Frozen Food
  • Rencana produk: produk beku yang sengaja dijual sebagai stok makanan di rumah, guna menghemat waktu terutama bagi para orang tua yang bekerja.
  • Keunggulan produk: tidak mudah basi, mudah diolah, cocok disajikan kapan saja, fleksibel sebagai bekal.
  • Alat yang dibutuhkan: freezer, bubble wrap, aluminium foil, styrofoam untuk kirim pesanan.
  • Analisis SWOT:
    • Strength: masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang mayoritas sibuk, frozen food tidak membutuhkan waktu lama untuk diolah, meskipun saat sarapan.
    • Weakness: tidak lebih segar dari bukan makanan beku.
    • Opportunity: sekarang ini orang lebih menyukai segala sesuatu yang praktis.
    • Threat: sudah banyak produk serupa dengan harga ekonomis.’

Seorang pebisnis tidak hanya memikirkan keuntungan dan merencanakannya dengan penuh trik. Selain itu, wajib realistis juga dengan mengisi kolom threat serta weakness secara jujur.

Baca juga:  Tips Memulai Usaha Ternak Bebek Pedaging

Contoh Usaha Properti

3. Bidang Properti

Contoh proposal usaha berikutnya menyangkut bisnis lebih besar, yaitu ruang lingkup usaha properti. Mengingat keuntungan dan risikonya tinggi maka tidak boleh asal ketika menyusun anggaran biaya. Dalam hal ini, adapun ilustrasi proposal yang harus disusun meliputi:

  • Judul: Pengembangan Ruko
  • Produk yang ditawarkan: ruko atau rumah toko.
  • Lokasi proyek: Bandung.
  • Site plan: bagian ini diisi dengan berapa luas tanah riil, bagaimana situasi sekitar lokasi, kemudian deskripsikan setelah proyek berjalan, nantinya semaksimal mungkin lahan tersebut bisa diolah menjadi seperti apa. Terpenting, harus menyebutkan luas detail lahan parkir, bangunan, dan berbagai keterangan lainnya.
  • Nilai investasi setelah Anda survey ke pasaran.
  • Penentuan harga secara masuk akal.
  • Proses pembangunan harus menjabarkan apakah akan dilakukan sendiri atau melibatkan pihak ketiga.
  • Jelaskan sistem pemasarannya seperti apa, apakah cukup iklan di koran atau harus memiliki media sosial, perlu ada tayangan Youtube, dsb.
  • Paling penting mencantumkan analisis SWOT.

Setiap usaha membutuhkan awalan yang kuat. Fondasi tersebut pada mulanya ditentukan oleh bagaimana cara menyusun contoh proposal usaha secara tepat sesuai bidang bisnisnya.

Baca juga:  Wirausaha Kerajinan Bahan Limbah Adalah Seperti Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *