CARA MENCARI RETURN SAHAM

Cara Mencari Return Saham, 2 Jenis Ini Bisa Membantumu

Dariberita – Saham merupakan salah satu jenis investasi yang saat ini sedang populer. Melalui saham, seorang investor bisa mempunyai sebuah perusahaan karena sudah menyertakan modal dengan jumlah tertentu. Sebagai seorang investor, pastilah harus paham cara mencari return saham. 

Return saham merupakan selisih dari  harga ketika membeli dan menjual saham. Selain itu ada juga tambahan dividen yang didapat dari investasi saham. Hasil dari return saham bisa berupa profit atau sebaiknya yaitu kerugian. Lalu bagaimana cara menghitung return saham? 

Jenis-Jenis Return Saham

Cara Mencari Return Saham

Sebelum lanjut membahas cara mencari Return saham, ada baiknya mengetaui jenis-jenis dari return saham. Karena setiap jenis memiliki rumus berbeda ketika penghitungannya. Adapun jenisnya akan diulas berikut ini. 

1. Return Saham Realisasi

Sering disebut dengan selisih harga realisasian. Dimana cara penghitungannya dari selisij harga dari Riwayat pergerakan dari saham. Sedangkan untuk memperoleh keuntungan dari data riwayat pergerakan harga saham. 

Perhitungan selisih ini dipakai untuk menganalisis risiko ke depannya. Tingkat keuntungannya masih terbagi menjdi beberapa teknis, seperti return total, kumulatif return, penyesuaian return, dan relative return. Sedangkan rata-ratanya berasal dari penghitungan aritmatika dan geometri. 

2. Return Saham Ekspektasi 

Pembahsan selanjutnya ada return saha Ekspektasi. Sering disebut dengan return ekspektasian. Retur jenis ini tidak mempunyai bukti, karena masih berupa proyeksi atau harapan. Intinya, nila return ini bisa terwujud atau tidak. 

Para ahli meyetujua kalau return Ekpektasi memiliki fungsi penting ketika mengambil keputusan terkait investasi untuk masa depan. Sedangkan cara penghitungannya dimulai dengan nilai ekspektasinya di masa depan. Ada juga return historis dan retusrn ekpektasinya yang masuh ada. 

Baca juga:  Apa Itu Bid dan Ask dalam Saham? Baca Sebelum Berinvestasi

Cara Mencari Return saham yang Mudah bagi Investor

Perlu diketahui bahwa ada rumus yang dipakai sebagai cara menghitung return saham. Cara menghitungnya dibagi menurut jenisnya yaitu ekspektasi dan realisasi. Arti dari kedua jenis return tersebut sudah ada pada bagian atas. Adapun cara menghitung return saham bisa terlihat di bawah ini. 

1. Cara Mencari Return Saham Dengan Tingkat Keuntungan Realisasi

Sering disebut dengan actual return. Cara mendapatka penghitungan ini dengan menganalisis data yang didapat dari selisih harga saham individu dari periode berjalan dan sebelumnya. Penghitungannya juga menambhakan Dividen. Adapun rumusnya untuk cara menghitung. 

Rit = Pit – Pit (1)

Keterangan : 

Rit adalah return saham pada waktu tertentu. 

Pit adalah harga saham pada periode tertentu.

Pit (1) adalah harga saham pada periode tertentu lainnya. 

2. Rumus Return Saham Ekspektasi

Jumlah keuntungan pada jenis ekpektasi ini dipakai untuk proyeksi atau memprediksi keadaan di masa depan. Adapun rumus untuk menghitung return saham bisa memakai cara ini. 

E (Rit) = R M T 

Keterangan 

E (Rit) merupakan tingkat keuntungan saham yang sudah diperoleh pada hari yang dtentukan. 

RMT adalah tingkat keuntungan pasar pada periode tertentu. 

3. Menghitung Rata-rata Return Saham

Cara selanjutnya adalah menghitung retrun sahan dengan memakai rata-rata. Ada dua mcama penghitungan, yaiu Aritmethic Means dan Geometris mean. Adapun rumusnya hanya memakai menjumlahkan semuar eturn dan membagi dengan seluruh jumlah return yang sesuai dengan tahunnya. 

Itulah rumus untuk mencari return saham. Keuntungannya juga sangat banyak. Seperti untuk mengukur tinglat kentungan saham yang dimiliki, sebagai bahan pertimbangan atau data untuk mengambil keputusan. Sehingga bisa mengambil rencana yang tepat jika terjadi masalah di masa depan. 

Setiap investor wajib mengetahui cara mencari return saham. Tujuannya agar bisa memprediksi rencana yang akan diambil agar bisa memberikan keuntungan. Bukan hanya itu saja, adanya data dari return saham bisa dipakai untuk menganalisa suatu pergerakan saham. 

Baca juga:  Bedanya Reksadana dan Saham, Investor Wajib Tahu